Langkah Indonesia Menuju Ekonomi Kreatif dalam Perekonomian Global

Disusun untuk tugas PKN MA 
BAB I
PENDAHULUAN

v  LATAR BELAKANG
Saat ini kita ketahui bersama bahwa perekonomian suatu Negara sangatlah penting.. Dalam ekonomi kita juga mengenal GDP (Gross Domestik Product) atau bisa dikatakan dengan Pertumbuhaan Produktivitas Negri. Melalui itu kita dapat mengetahui pertumbuhan dan juga perbandingan antara Negara satu denga Negara lainnya. Setiap Negara pun tentunya memiliki produk tersendiri yang mereka kembangkan melaui tangan-tangan kreatif masyarakat. Bila produk tersebut mampu menembus mancanegara, maka hal tersebut akan menambah pemasukan Negara tersebut. Ekonomi kreatif pun mutlak dibutuhkan dalam sebuah Negara,karena hal itu akan menciptakan inovasi-inovasi dalam hal perekonomian, terutama pembuatan product yang laku di kancah internasional. Orang justru akan lebih tertarik pada sesuatu yang berbeda (unik) serta memiliki nilai guna serta estetika.
Di tahun 2015 yang lalu, Negara-Negara Asean telah memulai adanya AEC (Asean Economic Community) atau MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Adanya AEC tersebut sebetulnya telah ada perencanaan sejak beberapa tahun yang lalu. Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) / AEC (Asean Economic Community) 2015 adalah proyek yang telah lama disiapkan seluruh anggota ASEAN yang bertujuan untuk meningkatkan stabilitas perekonomian di kawasan ASEAN dan membentuk kawasan ekonomi antar negara ASEAN yang kuat. Dengan diberlakukannya MEA pada akhir 2015, negara anggota ASEAN akan mengalami aliran bebas barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terdidik dari dan ke masing-masing negara. Dalam hal ini, yang perlu dilakukan oleh Indonesia adalah bagaimana Indonesia sebagai bagian dari komunitas ASEAN berusaha untuk mempersiapkan kualitas diri dan memanfaatkan peluang MEA 2015, serta harus meningkatkan kapabilitas untuk dapat bersaing dengan Negara anggota ASEAN lainnya sehingga ketakutan akan kalah saing di negeri sendiri akibat terimplementasinya MEA 2015 tidak terjadi.


v  RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimanakah kondisi perekonomian masyarakat Indonesia saat ini?
2.      Apakah yang dimaksud dengan ekonomi kreatif bagi masyarakat?
3.      Bagaimanakah langkah-langkah masyarakat Indonesia menuju ekonomi kreatif?
4.      Apakah peluang dan tantangan masyarakat Indonesia dalam Ekonomi Asean?
5.      Apakah dampak positif dan negatif terhadap kerjasama ekonomi  internasional?

v  TUJUAN PENULISAN
1.      Mengetahui kondisi ekonomi Indonesia
2.      Mampu memahami apa itu ekonomi kreatif
3.      Mampu mengetahui serta memahami langkah-langkah Indonesia menuju ekonomi kreatif
4.      Memahami peluang serta tantangan Indonesia dalam Ekonomi Asean
5.      Mampu memahami apa segi positif dan negative kerjasama ekonomi internasional

BAB II
PEMBAHASAN

KONDISI PEREKONOMIAN INDONESIA

Dalam menghadapi kancah ekonomi global terutama Negara Indonesia dan Negara-negara Asia tenggara lainnya, telah beradu kemampuan menunjukan kelihaian dan kelincahannya dalam menanggapi segala isu-isu dunia yang sedang mendunia untuk diputarbalikan. Semua Negara mencoba agar mampu bersaing secara sehat untuk menonjolkan apa yang dimilikinya serta mencoba memiliki apa yang bangsa lain juga miliki. Negara Indonesia dalam perkembangannya telah memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan dan cepat dalam beberapa dekade ini.

Dalam sebuah studi World Economic Forum atau yang disingkat WEF yang bertempat di Geneva, Swiss tahun 2004 lalu, menyebutkan daya saing bangsa Indonesia berada pada urutan 69 dari 104 negara yang diteliti. Badan ini menilai dan melihat kategori bangsa-bangsa dunia dengan mengacu pada aspek makro dan mikro yang sedang berkembang dalam Negara tersebut. Secara makro atau secara garis besar melihat pada kekondusifan kondisi ekomomi Negara itu, buruk atau baiknya kualitas kelembagaan publiknya dalam bertugas baik itu lembaga profit maupun non-profit, serta kuat atau lemahnya kebudayaan pengembangan teknologi Negara yang bersangkutan. Sedangkan dari segi aktivitas mikronya, badan ini menilai dari aspek seperti tinggi atau rendahnya keefisiensiaan usaha pada tingkat operasionalisasi perusahaan  dan kuat atau lemahnya pengaruh iklim persaingan dalam usaha.

Daya saing dalam pengertian WEF ini adalh daya saing suatu Negara/ekonomi, bukan daya saing sutu produk. Tentu daya saing yang tinggi dari suatu Negara akan sangat membantu daya saing dari produk-produk yang ditawarkan Negara tersebut. Namun demikian, daya saing suatu produk juga ditentukan oleh sejumlah faktor baik internal seperti nilai tukar (walaupun nilai tukar tidak sepenuhnya internal), tingkat sutu bunga yang mempengaruhi biaya produk/investasi, produktivitas, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti struktur pasar global, perkonomian global, dan lain-lain. WEF ini umumnya melakukan survei pengusaha/perusahaan dari segala skala usaha, baik itu skala kecil, menengah, dan besar hampir di semua sektor kunci di Indonesia. Surveinya ini disebut dengan opinion survey, yang artinya opini dari pengusaha/pemilik/manajer/direktur maupun CEO dari perusahaan mengenai pelbagai aspek penting yang menentukan daya saing sebuah Negara di lingkungan global.

Pertumbuhan ekonomi Negara Indonesia pun mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hingga tahun 2012 kemarin pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,2 persen. Persentase ini tergolong persentase pertumbuhan ekonomi yang tinggi bila dibandingkan dengan Negara-negara di dunia lainnya. WEF menilai Negara Indonesia telah berhasil memperbaiki faktor infrastruktur.  Indonesia diketahui telah mengeluarkan dana infrastruktur dalam jumlah besar untuk memperbaiki jalan, pelabuhan, fasilitas air bersih, dan pembangkit listrik. Kita masih menduduki peringkat kedua tertinggi setelah China di tengah koreksi pertumbuhan ekonomi Negara-negara di dunia, seperti yang dilansir oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa. Dan bahkan menurut World Bank Top 40 Countries by GDP menempatkan Negara Indonesia di urutan ke-16 untuk kategori Negara dengan perekonomian terbesar. Peringkat ini mengalahkan Negara tetangga Malaysia yang berada pada posisi ke-36 untuk kategori yang sama. Tak beda jauh dengan Malaysia, Hongkong yang terkenal dengan harga propertinya yang selangit hanya mampu berada di peringkat ke-38.

Berikut adalah grafik dari tingkat persentase pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan Negara-negara lainnya dalam TOP 40 Countries by GDP :

Bahkan dalam laporan Global Competitive Report 2013 oleh WEF, Negara Indonesia menempati urutan ke-38 dari 148 negara untuk daya saing industri logistik.  Dan juga dalam laporan semi-tahunan Bank Dunia menyebutkan Indonesia Trading Economics pada tahun 2013 menempati urutan 61 dari 165 negara. Hal ini memberikan bukti yang jelas bahwa Indonesia telah mengalami pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang begitu signifikan. Pertumbuhan yang tidak kalah bila dibandingkan dengan Negara-negara maju lainnya.

Bukan hanya itu Forum Ekonomi Dunia juga menyebutkan Indonesia menempati peringkat ke-70 Indeks Daya Saing Perjalanan Wisata (TTCI) dari 140 negara yang disurvei. Yang mana sebelmunya Indonesia menempati peringkat ke-74 pada tahun 2011, dan peringkat ke-81 pada tahun 2009. Hal ini didukung oleh kekayaan dan keanekaragaman biodiversity yang dimiliki oleh Negara kita sebagai Negara yang diapit oleh dua benua dan dilalui oleh dua samudera. Ini terkait dengan peningkatan kualitas daya tarik wisata alam dan budaya yang difokuskan pada 29 daya tarik wisata Indonesia. Yakni, Pulau Weh (Sabang), Nias, Toba, Mentawai (Siberut), Pulau Abang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Kota Tua Jakarta, Pangandaran, Karimunjawa, Candi Borobudur, Dieng, Merapi-Sleman, Bromo-Tengger-Semeru, Batur, Rinjani, Tambora, Komodo, Kelimutu, Sentarum, Tanjung Putting, Derawan, Toraja, Togean, Tomini, Bunaken, Wakatobi, Bandaneira, dan Raja Ampat serta tentunya pulau Bali.

EKONOMI KREATIF

Kreativitas akan menjadi aktivitas ekonomi mendatang, menggantikan fokus kini pada informasi. Menurut sejarah, agrikultur, perindustrian, dan informasi adalah merupakan hal yang dominan dalam aktivitas ekonomi manusia. Prediksinya menempatkan kreativitas dalam paradigma kategori historis yang membentuk sejarah ekonomi manusia dari sejak permulaan waktu. Maka, seperti halnya revolusi industri menggantikan agrikultur sebagai aktivitas ekonomi dominan, kreativitas pun akan menggantikan abad informasi sebagai fokus dominan ekonomi global (Nomura Research Center)[4].

Ekonomi kreatif sendiri didefinisikan dalam beberapa poin berikut:
·         Ekonomi Kreatif adalah konsep yang berkembang berdasarkan aset kreatif yang berpotensi membantu pertumbuhan ekonomi.
·         Ekonomi kreatif mampu meningkatkan pemasukan bagi masyarakat, menciptakan lapangan pekerjaan dan nilai ekonomi yang berasal dari kegiatan ekspor yang dalam waktu bersamaan juga membantu mempromosikan keragaman sosial-budaya serta mengembangkan sumber daya manusia.
·         Kemudian Ekonomi Kreatif juga mampu menguatkan aspek-aspek ekonomi, kebudayaan dan sosial yang mampu berinteraksi baik dengan teknologi, kegiatan intelektual serta tujuan pariwisata.
·         Ekonomi kreatif merupakan aktivitas ekonomi berbasis ilmu pengetahuan (knowledge-based economy) dengan dimensi pengembangan hubungan lintas sektoral baik di level makro maupun mikro di dalam aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
·         Di jantung ekonomi kreatif terdapat industri kreatif.
(United Nations Conference on Trade and Development) seperti dikutip pada buku “Creative Economy Report 2010” yang dirilis PBB [5].

Dari pengertian-pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa konsep Ekonomi Kreatif merupakan sebuah konsep ekonomi di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.

Struktur perekonomian dunia mengalami transformasi dengan cepat seiring dengan pertumbuhan ekonomi, dari yang tadinya berbasis Sumber Daya Alam (SDA) sekarang menjadi berbasis SDM, dari era pertanian ke era industri dan informasi. Alvin Toffler (1980) dalam teorinya melakukan pembagian gelombang peradaban ekonomi kedalam tiga gelombang. Gelombang pertama adalah gelombang ekonomi pertanian. Kedua, gelombang ekonomi industri. Ketiga adalah gelombang ekonomi informasi. Kemudian diprediksikan gelombang keempat yang merupakan gelombang ekonomi kreatif dengan berorientasi pada ide dan gagasan kreatif. [6]

Salah satu ciri pelaku ekonomi kreatif adalah pembentukannya yang dikerjakan oleh tim yang terdiri dari lebih dari 1 orang. Di zaman ini banyak nama-nama baru yang terhimpun dalam satu tim yang mampu mengubah dunia. Diantara yaitu ada Larry Page dan Sergey brin (Google.com), Steve Jobs dan Steve Wozniak (Apple.inc), Chad Hurley dan Jawed Karim serta Steve Chen (Youtube.com).

Seorang yang hebat memang masih bisa bersaing di era modern ini, akan tetapi kehabatan seorang tersebut akan berkali lipat jika digabungkan dalam 1 (satu) tim, dan konsep ini lah yang lebing sering dipakai untuk mencapai sukses yang lebih efektif dan efisien. Selain antar satu tim bisa saling membantu dan menguatkan, juga bisa saling memberi masukan dengan melihat dari sudup pandang yang berbeda-beda, dan dalam pemecahan masalah akan lebih tepat sasaran jika dalam tim.
























LANGKAH-LANGKAH MENUJU EKONOMI KREATIF INTERNASIONAL

Sejauh ini, langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia berdasarkan rencana strategis pemerintah antara lain :
1.    Penguatan Daya Saing Ekonomi
Pada 27 Mei 2011, Pemerintah meluncurkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). MP3EI merupakan perwujudan transformasi ekonomi nasional dengan orientasi yang berbasis pada pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan. Sejak MP3EI diluncurkan sampai akhir Desember 2011 telah dilaksanakan Groundbreaking sebanyak 94 proyek investasi sektor riil dan pembangunan infrastruktur.
2.    Program ACI (Aku Cinta Indonesia)
ACI (Aku Cinta Indonesia) merupakan salah satu gerakan ‘Nation Branding’ bagian dari pengembangan ekonomi kreatif yang termasuk dalam Inpres No.6 Tahun 2009 yang berisikan Program Ekonomi Kreatif bagi 27 Kementrian Negara dan Pemda. Gerakan ini sendiri masih berjalan sampai sekarang dalam bentuk kampanye nasional yang terus berjalan dalam berbagai produk dalam negeri seperti busana, aksesoris, entertainment, pariwisata dan lain sebagainya. (dalam Kemendag RI : 2009:17).
3.    Penguatan Sektor UMKM
Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan UMKM di Indonesia, pihak Kadin mengadakan mengadakan beberapa program, antara lainnya adalah ‘Pameran Koperasi dan UKM Festival’ pada 5 Juni 2013 lalu yang diikuti oleh 463 KUKM. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk UKM yang ada di Indonesia dan juga sebagai stimulan bagi masyarakat untuk lebih kreatif lagi dalam mengembangkan usaha kecil serta menengah.
Selain itu, persiapan Indonesia dari sektor Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) untuk menghadapi MEA 2015 adalah pembentukan Komite Nasional Persiapan MEA 2015, yang berfungsi merumuskan langkah antisipasi serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan KUKM mengenai pemberlakuan MEA pada akhir 2015.
Adapun langkah-langkah antisipasi yang telah disusun Kementerian Koperasi dan UKM untuk membantu pelaku KUKM menyongsong era pasar bebas ASEAN itu, antara lain peningkatan wawasan pelaku KUKM terhadap MEA, peningkatan efisiensi produksi dan manajemen usaha, peningkatan daya serap pasar produk KUKM lokal, penciptaan iklim usaha yang kondusif.
Namun, salah satu faktor hambatan utama bagi sektor Koperasi dan UKM untuk bersaing dalam era pasar bebas adalah kualitas sumber daya manusia (SDM) pelaku KUKM yang secara umum masih rendah. Oleh karena itu, pihak Kementrian Koperasi dan UKM melakukan pembinaan dan pemberdayaan KUKM yang diarahkan pada peningkatan kualitas dan standar produk, agar mampu meningkatkan kinerja KUKM untuk menghasilkan produk-produk yang berdaya saing tinggi.
Pihak Kementerian Perindustrian juga tengah melaksanakan pembinaan dan pemberdayaan terhadap sektor industri kecil menengah (IKM) yang merupakan bagian dari sektor UMKM. Penguatan IKM berperan penting dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui perluasan kesempatan kerja dan menghasilkan barang atau jasa untuk dieskpor. Selain itu, koordinasi dan konsolidasi antar lembaga dan kementerian pun terus ditingkatkan sehingga faktor penghambat dapat dieliminir.
4.    Perbaikan Infrastruktur
Dalam rangka mendukung peningkatan daya saing sektor riil, selama tahun 2010 telah berhasil dicapai peningkatan kapasitas dan kualitas infrastruktur seperti prasarana jalan, perkeretaapian, transportasi darat, transportasi laut, transportasi udara, komunikasi dan informatika, serta ketenagalistrikan :
1.      Perbaikan Akses Jalan dan Transportasi
2.      Perbaikan dan Pengembangan Jalur TIK
3.      Perbaikan dan Pengembangan Bidang Energi Listrik.
5.    Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
Salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas SDM adalah melalui jalur pendidikan. Selain itu, dalam rangka memberikan layanan pendidikan yang bermutu, pemerintah telah membangun sarana dan prasarana pendidikan secara memadai, termasuk rehabilitasi ruang kelas rusak berat. Data Kemdikbud tahun 2011 menunjukkan bahwa masih terdapat sekitar 173.344 ruang kelas jenjang SD dan SMP dalam kondisi rusak berat. (dalam Bappenas RI Buku I, 2011:36).
6.    Reformasi Kelembagaan dan Pemerintahan
Dalam rangka mendorong Percepatan Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, telah ditetapkan strategi nasional pencegahan dan pemberantasan korupsi jangka panjang 2012-2025 dan menengah 2012-2014 sebagai acuan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk pelaksanaan aksi setiap tahunnya. Upaya penindakan terhadap Tindak Pidana Korupsi (TPK) ditingkatkan melalui koordinasi dan supervisi yang dilakukan oleh KPK kepada Kejaksaan dan Kepolisian.

















PELUANG DAN TANTANGAN INDONESIA

v Peluang
·         Pasar Potensial Dunia. Perwujudan AEC 2015 akan menempatkan ASEAN sebagai kawasan pasar terbesar ketiga di dunia yang di dukung oleh jumlah penduduk ketiga terbesar (8 persen dari total penduduk dunia) setelah China dan India. Hal ini akan memungkinkan arus barang dan jasa dari luar ASEAN pun akan ikut berkecimpung bersama peroduk-produk dari Negara ASEAN lainnya. Masyarakat dunia akan mudah untuk ‘menurunkan’”uangnya terhadap regional ASEAN khususnya Indonesia

·         Negara Pengekspor. Dengan meningkatnya harga komoditas internasional, sebagian besar negara ASEAN mencatat surplus pada neraca transaksi berjalan. Prospek perekonomian yang cukup baik menyebabkan ASEAN menjadi tempat tujuan investasi.          

·     Negara Tujuan Investor. Dalam rangka AEC 2015 berbagai kerja sama regional untuk meningkatkan infrastruktur ( pipa gas, teknologi informasi ) maupun dari sisi pembiayaan menjadi agenda. Kesempatan tersebut membuka peluang bagi perbaikan iklim investasi Indonesia. Terutama dalam melancarkan program infrastruktur domestik.

·         Daya Saing. Liberalisasi perdagangan barang ASEAN akan menjamin kelancaran arus barang untuk pasokan bahan baku maupun bahan jadi di kawasan ASEAN karena hambatan tarif dan non tarif yang tidak ada lagi.

·         Sektor Jasa yang Terbuka. Sektor – sektor jasa yang telah di tetapkan yaitu pariwisata, kesehatan, penerbangan, dan e-ASEAN dan kemudian akan di susul dengan logistik.

·         Aliran Modal. Dari sisi penarikan aliran modal asing, ASEAN sebagai kawasan dikenal sebagai tujuan penanaman modal global, termasuk CLMV khususnya Vietnam.

v  Tantangan          
·         Laju Peningkatan Ekspor dan Impor. Tantangan yang dihadapi oleh Indonesia memasuki integrasi ekonomi ASEAN tidak hanya yang bersifat internal di dalam negeri tetapi terlebih lagi persaingan dengan Negara sesama ASEAN dan negara lain di luar ASEAN seperti China dan India.

·         Laju Inflasi. Tantangan lainnya adalah laju inflasi Indonesia yang masih tergolong tinggi bila di bandingkan dengan negara lain di kasawan ASEAN. Stabilitas makro masih menjadi kendala peningkatan daya saing Indonesia dan tingkat kemakmuran Indonesia juga masih lebih rendah dibandingkan negara lain.

·         Dampak Negatif Arus Modal yang Lebih Luas. Arus modal yang lebih bebas untuk mendukung transaksi keuangan yang lebih efisien, merupakan salah satu sumber pembiayaan pembangunan, memfasilitasi perdagangan internasional, mendukung pengembangan sektor keuangan dan akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara.

·         Kesamaan Produk. Kesamaan jenis produk ekspor unggulan ( sector pertanian, perikanan, produk karet, produk berbasis kayu, dan elektronik ) merupakan salah satu penyebab pangsa perdaganagn intra-ASEAN yang hanya berkias 20-25 persen dari total perdagangan ASEAN. Indonesia perlu melakukan strategi peningkatan nilai tambah bagi produk ekspornya sehingga mempunyai karakteristik tersendiri dengan produk dari Negaranegara ASEAN.

·         Tingkat Perkembangan Ekonomi. Tingkat perkembangan ekonomi Negara – negara Anggota ASEAN hingga saat ini masih beragam. Tingkat kesenjangan yang tinggi merupakan salah satu masalah di kawasan yang cukup mendesak untuk dipecahkan agar tidak menghambat percepatan kawasan menuju AEC 2015.


DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL

Dampak Positif Kerjasama Ekonomi Internasional terhadap Perekonomian Negara :
a.       Meningkatkan Keuangan Negara
Kerja sama ekonomi antarnegara dapat memberikan banyak manfaat bagi Indonesia, salah satunya di bidang keuangan. Melalui kerja sama ini Indonesia memperoleh bantuan berupa pinjaman keuangan dengan syarat lunak yang digunakan untuk pembangunan. Dengan demikian, adanya pinjaman keuangan otomatis dapat meningkatkan keuangan negara.
b.      Membantu Meningkatkan Daya Saing Ekonomi
Kerja sama ekonomi dapat menciptakan persaingan yang sehat di antara negara-negara anggota. Persaingan yang sehat ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan produsen tiap negara dalam menghasilkan produk-produk yang mampu bersaing dengan negara-negara lain. Keberhasilan bersaing suatu negara ditingkat regional dan internasional pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian negara yang bersangkutan.
c.       Meningkatkan Investasi
Kerja sama ekonomi antarnegara dapat menjadi cara menarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Banyaknya investor yang mau menginvestasikan modalnya di Indonesia dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomian dan pembangunan Indonesia. Selain itu, banyaknya investasi dapat juga menambah lapangan kerja baru, sehingga jumlah pengangguran dapat berkurang.
d.      Menambah Devisa Negara
Kerja sama ekonomi antarnegara khususnya di bidang perdagangan dapat meningkatkan devisa negara. Devisa diperoleh dari kegiatan ekspor barang. Semakin luas pasar akan semakin banyak devisa yang diperoleh negara, sehingga dapat memperlancar pembangunan negara.
e.       Memperkuat Posisi Perdagangan
Persaingan dagang di tingkat internasional sangat berat. Hal ini disebabkan adanya berbagai aturan dan hambatan perdagangan di setiap negara. Untuk itu perlu adanya kerja sama ekonomi. Sehingga dalam kerja sama tersebut perlu dibuat aturan per-dagangan yang menguntungkan negara-negara anggotanya. Dengan demikian adanya aturan tersebut dapat memperlancar kegiatan ekspor dan impor dan menciptakan perdagangan yang saling menguntungkan. Akibatnya posisi perdagangan dalam negeri semakin kuat.


Dampak negatif Kerjasama Ekonomi Internasional terhadap Perekonomian Negara :
a.       Ketergantungan dengan Negara Lain
Banyaknya pinjaman modal dari luar negeri daspat membuat Indonesia selalu tergantung pada bantuan negara lain. Hal ini akan menyebabkan Indonesia tidak dapat menggembangkan pembangunan yang lebih baik.
b.      Intervensi Asing Terhadap Kebijakan Ekonomi Indonesia
Sikap ketergantungan yang semakin dalam pada negara lain, dapat menyebabkan negara lain berpeluang melakukan campur tangan pada kebijakan-kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Jika kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah mendapat campur tangan negara lain, hal ini dapat merugikan rakyat.
c.       Masuknya Tenaga Asing ke Indonesia
Alih teknologi yang timbul dari kerja sama ekonomi antarnegara memberi peluang masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia. Jika hal ini terjadi tenaga kerja Indonesia menjadi tersingkir dan dampaknya terjadi banyaknya pengangguran.
d.      Mendorong Masyarakat Hidup Konsumtif
Barang-barang impor yang masuk ke Indonesia mendorong masyarakat untuk mencoba dan memakai produk-produk impor. Hal ini akan mendorong munculnya pola hidup konsumtif.
















BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Dari tahun ke tahun Indonesia selalu mengalami kenaikan dan juga penurunan dalam hal pendapatan Negara, apalagi nilai mata uang rupiah terhadap dollar. Pendapatan suatu Negara bisa diperoleh juga melalui suatu produk dalam negeri yang bernilai export. Memang memiliki produk yang bernilai export itu cukup sulit, namun itu semua juga tergantung bagaimana masyarakat bisa mengexplore kekayaan yang ada di sekitarnya dan mengubahnya menjadi produk nilai jual export melalui tangan-tangan kreatif. Dan juga bagimana kita mengembangkan sebuah ide maupun konsep dalam penggunaan sumber daya yang tersedia. Ada banyak sekali langkah-langkah dalam menghadapi perekonomian internasional yang telah di rencanakan oleh pemerintah.Salah satunya adalah penguatan UKM (Usaha Kecil Menengah) yang akan membawa perubahan perekonomian secara bertahap. Rencana strategis pemerintah dalam mengahadapi ekonomi kreatif dalam menuju perekonomian internasional pun sudah baik, tinggal bagaimana mengimplementasikan itu semua agar berjalan dengan lancer. Dalam hal perekonomian internasional ini, pastilah ada peluang dan juga tantangan bagi masyarakat Indonesia. Sebuah peluang yang akan membawa perubahan lebih pada sektor perekonomian bagi Indonesia, serta tantangan yang harus dihadapi Indonesia. Indonesia kaya akan akan sumber daya alam, itu merupakan peluang sedangkan bagaimana cara pengolahan sumber daya alam tersebut menjadi memiliki nilai jual itulah tantangannya. Kerjasama dalam hal Perekonomian Internasional pun akan membawa dampak positif dan juga negatif bagi Indonesia. Namun semua itu tetaplah harus dijalani, sebab bila tidak maka Indonesia akan mengalami kemerosotan dalam berbagai aspek kehidupan.

Saran

Dalam perekonomian ini hendahklah pemerintah menyadari akan kayanya sumber daya alam yang ada di Indonesia, tinggal bagaimana cara mengolahnya. Pemerintah juga seharusnya mengupayakan bagaimana caranya agar UKM bisa berdiri, mungkin dengan cara pemimjaman atau pemberian modal bagi sektor UKM agar usahanya dapat berkembang. Serta pemerintah harus mengajak masyarakat Indonesia yang memiliki kreatifitas dalam hal ide/konsep untuk mengembangkan konsep tersebut terealisasikan secara nyata. Sebab dalam hal ini antara pemerintah dan juga masyarakat harus saling mendukung dan bekerja sama agar bisa membawa perubahan bagi Indonesia.


DAFTAR PUSTAKA

[1] DeLee, (2012) Magic Of Creativepreneur, “Bagaimana Anda Bisa Menjadi Inovatif secara Ajaib Dan Menjadi Seorang Bisnis Enterprneur Sukses dalam dunia Industri Ekonomi Kreatif”, ABNG Publishing.
[2] Rumah Pena, (2012) “Indonesia Tidak Kreatif, Setuju?”, pena gunadarma, diakses dari pena.gunadarma.ac.id/indonesia-tidak-kreatif-setuju, pada tanggal 12 Mei 2012.
[3] http://arifh.blogdetik.com/ekonomi-kreatif/
Investor Daily.
Kementrian Perdagangan Republik Indonesia.2009, “Menuju ASEAN Economic Community 2015”, Jakarta.
KPPN/Bappenas.2012.”Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2013”.Buku I.
KPPN/Bappenas.2013.”Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2013”.Buku II.
Sholeh. 2013. “Persiapan Indonesia Dalam Menghadapi AEC (Asean Economic Community) 2015”. eJournal Ilmu Hubungan Internasional, 2013, 1 (2): 509-522




CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Back
to top